Paket Liburan Di Bali Murah

10 Objek Wisata Favorit Di Kabupaten Tabanan

Posted in Obyek Wisata by paketbalimurah on 23/12/2011

Lambang Kabupaten Tabanan

Berikut adalah daftar 10 obyek wisata di Kabupaten Tabanan Bali yang menjadi favorit wisatawan domestik. Tentunya masih banyak objek-objek wisata lain di Tabanan yang pantas anda kunjungi.

  1. Tanah Lot: Tanah lot menjadi obyek wisata paling favorit, karena obyek wisata ini sangat ramai dikunjungi setiap harinya. Keistimewaannya adalah pantai berkarang yang sangat indah serta adanya Pura Tanah Lot diatas batu karang di tengah laut menambah keindahan pantai ini.
  2. BedugulKebun Raya Bali: Ketika anda mengunjungi Bedugul, yang pertama anda kunjungi adalah Kebun Raya yang merupakan kebun raya pertama buah karya orang Indonesia. Disamping itu anda juga bisa mengunjungi pasar tradisional Candi Kuning
  3. Pura Ulun Danu – Danau Beratan: Keindahan Danau Beratan ditambah adanya Pura Ulundanu di tengah danau menjadi pemandangan indah yang perlu anda kunjungi dan abadikan
  4. Alas Kedaton: Alas Kedaton adalah hutan lindung alami yang dihuni ratusan kera dan Kalong yang bergelantungan pada dahan-dahan pohon. Anda bisa berfoto dengan kera dan kalong disini.
  5. Jatiluwih: Desa Jati luwih merupankan areal persawahan bertingkat yang memiliki pemandangan yang sangat indah. Disini juga sudah terdapat banyak aktifitas wisata seperti rafting, cycling dan trekking yang bisa anda ikuti.
  6. Taman Pahlawan Margarana: Sebagai wujud rasa nasionalisme anda, mungkin anda bisa mengunjungi Taman Pujaan Bangsa ini yang diperuntukkan bagi pahlawan-pahlawan yang gugur pada perang puputan Margarana.
  7. Puri Agung & Puri Anyar Kerambitan: Salah satu obyek wisata Keraton yang dimiliki Tabanan, anda bisa melihat bangunan keraton selain itu anda bisa menikmati jamuan makan malam ala kerajaan, dan yang mau menikah seperti seorang pangeran/putri, anda bisa menikah di Puri Anyar Kerambitan ini, dan tentunya anda harus bayarr… :)
  8. Taman Kupu-Kupu: Bali Butterfly Park adalah taman yang dikhususkan untuk konservasi satwa kupu-kupu dari seluruh Indonesia dan disini anda juga bisa membeli cinderamata yang berhubungan dengan kupu-kupu.
  9. Museum Subak: Salah satu obyek wisata pendidikan yang bisa mendidik anak-anak anda yang mengajarkan tentang sistem subak dan peralatan yang digunakan pada areal persawahan di Bali
  10. Air Panas Penatahan: Jika anda sudah gerah dan capek jalan-jalan, saatnya anda berendam air panas dan kondisi anda dijamin segar kembali. Cobalah mampir kesini, lokasinya juga cukup deket kok.

Obyek wisata diatas adalah obyek wisata yang paling sering dikunjungi, disamping itu Kabupaten Tabanan menyimpan begitu banyak potensi wisata yang bisa dikembangkan dan bisa menjadi destinasi favorit untuk tahun-tahun kedepan. Contohnya: Air Panas Belulang (Desa Mangesta, Penebel), Air Panas Angseri (Baturiti), Air Terjun Pujungan (Pupuan) dan masih banyak lagi yang perlu anda kunjungi di Kabupaten Tabanan ini. Belum termasuk obyek wisata pantai yang banyak dimiliki kabupaten ini.

Selamat berlibur di Bali, semoga bisa menjadi referensi anda dan keluarga.

Sejarah Air Panas Penatahan

Posted in Umum by paketbalimurah on 03/12/2011

Jika anda sudah pernah berkunjung ke obyek wisata Air Panas Penatahan, ada baiknya baca artikel berikut yaitu sejarah  sumber air panas  di Desa Penatahan tersebut.

Air Panas Penatahan

Sumber mata air panasnya berasal dari tengah pura dan di bawah pohon beringin. Tahun diketemukannya sumber air panas ini tak diketahui dengan jelas. Hanya saja, masyarakat sekitar telah puluhan tahun memanfaatkan air panas yang keluar dari bawah pura itu sebagai obat penyakit kulit.

Pada umumnya air panas di Bali ini berasal dari gunung berapi. Tapi, Yeh Panes Penatahan ini lain daripada yang lain. Tempat ini jauh sekali dengan gunung berapi. Ada tiga gunung tidak aktif yang masuk di dalam Kabupaten Tabanan, yaitu Sanghyang, Watukaru, dan Mangu. Sementara gunung yang aktif adalah Batur di Kintamani yang letaknya jauh sekali dari Penebel. Jadi di sini murni berasal dari bawah pura, hal ini dikemukan oleh penjaga yang menempati objek wisata tersebut.

Adapun cerita rakyat yang mendukung kepercayaan masyarakat disana bahwa dahulu ada sebuah kerajaan yang bernama Kerajaan “Penulisan” dengan rajanya bernama Jaya Wikramayang pada saat itu dalam keadaan menderita sakit kulit yang sangat parah. Atas himbauan Patih Agus Satya Wacana, beliau disarankan untuk berobat ke Pedukuhan “Lampah” pada seorang dukuh yang bernama Ki Dukuh Tangkas.

Padukuhan ini terletak di sebelah Utara Hutan Rajeg Uru (yang sekarang diberi nama Desa Jegu) di pinggir Sungai Ho. Dalam perjalanan beliau menuju hutan atau ke Padukuhan Lampah, beliau digoda oleh seekor kera di Hutan Rajeg Uru itu. Setelah diselidiki ternyata kera tersebut adalah among-among atau kera kesayangan Ki Dukuh Tangkas. Setelah Ki Dukuh Tangkas mengetahui maksud dan tujuan sang Raja maka Ki Dukuh mengajarkan pengobatan yang bernama “Usadha Bhakti” atau “Usadha Bhaktam”, dengan jalan meditasi atau bersemadhi. Pada suatu hari yang baik, Sang Raja dengan didampingi oleh Ki Dukuh duduk bersila dan melakukan semadhi dan atas kekuatan bathin dan waranugraha Ida Sang Hyang Widi Wasa maka dari dalam tanah menyemburlah air panas, dan kemudian atas petunjuk Ki Dukuh, Sang Raja disarankan untuk mandi setiap Kajeng Kliwon Ugu dan sampai mendapatkan kesembuhan.

Karena ketekunan dan keyakinan Sang Raja serta dengan doa yang khusuk hingga terjadi suatu keajaiban yaitu keluarlah semburan air panas yang diyakini sebagai obat menyembuhkan penyakit Sang Raja. Dan sebagai ucapan terimakasih Sang Raja kepada Tuhan Yang Maha Esa maka ditempat itu didirikan sebuah Pura yang bernama Pura “We Brahma” atau “Toya Anget”. Dan tempat Pesraman (Pedukuhan) tersebut oleh para siswa dan seperti sentana Ki Dukuh didirikan Tugu Peringatan berupa tempat suci yang diberi nama “Pura Lampah” di sebelah Timur Yeh Panes sekarang.

Selanjutnya pengikut Sang Raja dan Ki Dukuh menyebar ke Barat Laut kemudian Banjarnya diberi nama “Bangkiang Sidem” yang artinya Sang Raja telah sembuh, diberi nama “Penatahan” yang berarti perjalanan beliau lancar.

Gitgit Waterfall – Air Terjun Tertinggi Di Bali

Posted in Obyek Wisata by paketbalimurah on 24/10/2011

Setelah kita puas menikmati eksotisme dua danau kembar yaitu danau Buyan dan danau Tamblingan, perjalanan kita lanjutkan untuk mengunjungi sebuah obyek wisata alam yang tidak kalah indahnya dari pemandangan danau.

Berjarak sekitar 30 menit dari Desa Asah (tempat melihat kedua danau), menuju arah kota Buleleng, kita akan menemukan desa Gitgit yang terkenal dengan obyek wisata air terjunnya. Di desa Gitgit terdapat banyak air terjun, tetapi yang terkenal hanya dua yaitu Twin Waterfall (Air terjun Campuhan) dan Gitgit Waterfall. Desa Gigit termasuk dalam kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng dan berjarak sekitar 11 km dari Singaraja, ibu kota Buleleng.

Lokasi kedua air terjun ini tidak terlalu jauh, dan yang paling terkenal tentunya Gitgit Waterfall, karena merupakan air terjun tertinggi di Bali sekitar 45 meter. Akses ke lokasi juga sudah bagus dengan jalan setapak yang disemen dan sepangjang jalan banyak terdapat toko souvenir serta pemandangan yang indah karena ada persawahan dan perkebunan penduduk.

Air terjun Campuhan disebut air terjun kembar karena pertemuan dua air terjun yang tentunya menambah keindahan obyek wisata tersebut, dijamin ketika anda jalan-jalan ke obyek wisata ini anda akan tambah segar dan ingin mandi di sungai di bawah air terjun tersebut

.

%d blogger menyukai ini: