Jalan-jalan Di Kota Singaraja Buleleng

Patung Singa Ambara Raja

Setelah melewati danau Buyan dan Danau Tamblingan, trus menikmati alam Gitgit waterfall, perjalanan kita lanjutkan menuju obyek wisata Bali utara. Saya ajak anda jalan-jalan di seputaran Kota Singaraja, pusat pemerintahan Kabupaten Buleleng. Sebelum memasuki kota, anda akan disambut oleh patung lambang Buleleng yaitu patung Singa Ambara Raja. Patung ini menjadi landmark Buleleng dan terletak di depan kantor bupati.

Apa yang bisa dinikmati wisata kota Singaraja? Tidak terlalu banyak memang tetapi Singaraja menawarkan sesuatu yang berbeda dari wisata kota Denpasar. Singaraja terletak di pinggir laut, sehingga udara disini agak sedikit panas. Singaraja adalah kota tua yang memiliki ciri khas tersendiri, tahun ini Singaraja genap berumur 407 tahun. Seni ukiran Buleleng memiki rasa yang berbeda, semua tergambar pada ukiran bangunan pura, rumah dan gedung pemerintahan.

Kota Singaraja dulunya adalah pusat pemerintahan Ibu Kota Nusa Tenggara, itu sebelum dipindahkan ke Denpasar pada tahun 1958.  Singaraja berkembang menjadi bandar pelabuhan perdagangan pada jaman penjajahan Belanda. Para pedagang Cina, Arab, India dan Bugis berkumpul disini. Maka tidak heran, di Singaraja banyak ditemukan perkampungan Cina dan Bugis.  Pelabuhan Buleleng ini telah ditata oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Buleleng dengan penataan taman serta bekas dermaga kayu yang sudah usang diperbaharui dilengkapi dengan sarana restaurant terapung.

Pelabuhan Buleleng

Selain itu, Singaraja juga menjadi kota pendidikan. Disini terdapat Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha).  Sedangkan wisata sejarah, anda bida mengunjungi Gedong Kirtya, yaitu museum dan Perpustakaan Lontar Bali.  Terletak di lingkungan Pura Seni Sasana Budaya Singaraja, tepatnya di jalan Veteran no. 23 Singaraja. Gedong Kirtya adalah perpustakaan lontar hanya satu-satunya di Indonesia bahkan di dunia. Terdapat koleksi dan salinan teks tulisan tangan yang berhubungan dengan Kesusastraan Bali, mitos, pengobatan, mantra-mantra, sastra religius dan lain-lain. Terdapat juga lontar berisikan gambar berbentuk komik yang disebut “prasi”. Terdapat sekitar 4000 lontar tersimpan di perpustakaan ini yang disimpan dalam sebuah kotak kayu.

Di dekat Gedong Kirtya, anda bisa mengunjungi Museum Buleleng, yang memiliki koleksi-koleksi yang meliputi benda-benda Peninggalan Purbakala seperti sarkofagus, patung, senjata dan lainnya. Benda-benda Seni seperti Lukisan, kain-kain, Kerajinan Emas dan perak dan lainnya benda-benda yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat Bali Utara seperti alat pertanian dan alat nelayan.

Koleksi Lontar Gedong Kirtya

Di Barat Kota Singaraja, ada bisa mengunjungi Pasar Singaraja, sebuah pasar tradisinonal terbesar disini, beraneka macam oleh-oleh, makanan dan cinderamata khas Buleleng bisa anda temukan disini. Kurang lebih 1 Km selatan kota, kita bisa mengunjungi Desa Beratan. Desa ini dikenal sebagai pengrajin emas dan perak. Pengrajin setempat memiliki style unik yang terkenal dengan Style Beratan. Wisatawan dapat berkunjung ke tempat pengrajin bekerja sambil melihat-lihat cara pengrajin mengolah bahan mentah menjadi bahan kerajinan emas dan perak. Hasil karya mereka juga dipajangkan dan bila berniat wisatawan boleh membeli.

Itulah beberapa obyek wisata yang bisa anda nikmati jika mengunjungi Kota Singaraja, Semoga bermamfaat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s