Agrowisata Kopi Luwak Di Kintamani

Agrowisata Kopi Kintamani

Bagi anda yang penggemar kopi, mungkin sudah mengenal cita rasa Kopi Kintamani yang khas. Produk-produk kopi dari dataran tinggi Kintamani sudah mempunyai hak paten dan disertifikasi dengan merek Kopi Arabika Kintamani Bali.

Kualitas 1 dari kopi-kopi Kintamani ini apalagi dari hasil kebun organik diekspor ke Perancis, Jerman, Australia, Amerika Serikat, Jepang, dan Korea. Nah, sebagian besar yang beredar di pasar domestik adalah sisa produksi yang tak terserap pasar ekspor atau kopi-kopi sisa panen, yang disebut kopi rajutan. Kopi jenis ini adalah kopi petikan yang merajut buah kopi merah, kuning, dan hijau. Dan tentu saja memiliki kualitas rasanya kalah dari kualitas ekspor.

Terus bagaimana dengan Kopi Luwak Kintamani? Kopi asli Kintamani yang melalui fermentasi luwak menjadikan kualitas kopi dan nilai jual meningkat tajam. Bayangkan harga di tingkat petani saja Rp 1.500.000/kg. Tetapi hasil produksi kopi harus dari luwak liar. Jika dari luwak tangkaran, harga jauh lebih murah sekitar Rp 500.000/kg. Kelebihan Kopi Luwak Alami Kintamani adalah kualitas kopi yang memiliki rasa yang pekat dengan tingkat keasaman yang seimbang dengan rasa kopinya.

Untuk mengetahui lebih jauh tentang perkebunan kopi luwak ini, cobalah mampir ke Agrowisata Kopi Luwak B-36 yang letaknya di Desa Landih, Kintamani. Disini luwak dibiarkan hidup bebas dan memilih sendiri kopi mana yang mau dimakan. Luwak memiliki naluri alami untuk memilih kopi terbaik. Sehingga hasil dari kopi luwak pun menjadi kopi dengan kualitas terbaik.

Sepanjang Kintamani sekarang ini sudah bermunculan agrowisata-agrowisata baru baik agrowisata kopi biasa maupun kopi luwak. Ada yang memadukannya dengan perkebunan cokelat, ada juga dengan jahe atau vanili. Bisa anda coba semuanya dan letaknya juga tidak terlalu jauh.  Sebut saja Agrowisata Sailand Agro dan Santi Agrowisata di jalur Tampaksiring – Kintamani, Trisna Bali Agriculture di Desa Penglumbaran Susut atau di Buana Amertha Sari (BAS), Kintamani.

Banyak faktor yang menarik dari kunjungan ke perkebunan kopi terutama bagi siapa saja yang belum pernah merasakan suasana agrowisata di sini. Pengelolalan yang masih tradisional terutama dalam proses roasting yang hanya mengandalkan tungku api dari kayu bakar merupakan kekhasan yang ditawarkan di beberapa perkebunan di sini. Jadi sehabis menikmati pemandangan gunung Batur  dan danau Batur, alangkah nikmatnya bisa menikmati secangkir kopi di  agrowisata perkebunan kopi di kawasan Kintamani dalam udara yang dingin dengan pemandangan yang menakjubkan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s