Museumm Trik 3D Bali


Lukisan Trik 3D Bali
Lukisan Trik 3D Bali

Bali 3D Trick Art Gallery terletak di jalan Sunset Road No. 789 dan dibuka pada tanggal 12 April 2014.  Dengan perhatian besar dari masyarakat, termasuk wisatawan asing dalam teknologi, perkembangan peradaban di dunia fotografer, membuat galeri ini menjadi saangat menarik untuk dikunjungi.

Koleksi lukisan 3D Trick Art Gallery sangat lengkap. Berbagai jenis lukisan trik handal dari pelukis profesional untuk membuat lukisan dengan hasil yang luar biasa spektakuler. Koleksi mencakup tema Klasik roman, Dinosaurs, Hewan,  Bali Tema, dan banyak lagi yang lain hingga 80 trik lukisan.

Maka tidak salah jikaa Museum Trik Lukisan 3D ini menjadi salah satu alternatif obyek wisata di Bali yang patut anda kunjungi. Dibuka setiap hari mulai pukul 09.00 – 22.00 WIB, dengan biaya tiket masuk Rp 100.000/orang. Selain itu akses ke lokasi sangat gampang karena berada di pinggir jalan Sunset Road dan dekat dari Kuta.

 

 

 

Museum Gunung Api Batur Di Penelokan Kintamani


Salah satu museum yang baru diresmikan pada 10 Mei 2007 adalah Museum Gunung Api Batur yang terletak di Taman Wisata Alam Penelokan Kintamani, Bangli. Museum ini diresmikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Purnomo Yusgiantoro dan memiliki tujuan untuk memperkaya khasanah pengetahuan masyarakat akan gunung berapi di Indonesia, dan Gunung Batur pada khususnya.

Gunung Batur dengan tinggi 1.717 meter ini merupakan salah satu gunung api yang masih aktif di Indonesia. Di sekitar Gunung Batur, terdapat Danau Batur yang indah dan juga masyarakat Trunyan yang hidup di sekitar kaki gunung. Menurut kepercayaan masyarakat Bali, gunung ini, konon merupakan puncak dari Gunung Mahameru yang berada di Pulau Jawa.

Koleksi museum berupa aneka jenis batuan yang berasal dari gunung berapi serta penjelasannya. Lalu juga terdapat beberapa peralatan yang digunakan ilmuwan untuk meneliti gunung berapi. Serta foto-foto Gunung Batur dan beberapa gunung berapi yang ada di Indonesia serta penjelasannya. Selain itu, mitologi yang bersangkutan dengan Gunung Batur, juga dijelaskan di museum ini. Segala hal yang berhubungan dengan gunung berapi, dapat Anda lihat dan pelajari di Museum Gunung Api Batur.

Selain itu, di museum ini anda dapat menyaksikan film dokumenter tentang perkembangan Gunung Batur dan sejarah-sejarah letusannya yang dahsyat. Anda juga dapat menyaksikan aktivitas Gunung Batur dari ruang pengamatan dengan menggunakan teropong.

Untuk bisa masuk ke museum ini, anda harus membeli tiket masuknya seharga Rp20.000 (dewasa) dan Rp 15.000 (anak-anak). Museum Gunung Api Batur memang menjadi obyek wisata pendidikan untuk para pelajar dan ilmuwan yang ingin belajar tentang geologi dan aktifitas gunung berapi, ditambah dengan cuaca yang sejuk dan pemandangan alam yang indah, museum ini bisa anda coba kunjungi pas liburan di Bali.


Foto-foto dari: http://travel.detik.com

Museum Nyoman Gunarsa, Museum Seni Lukis Klasik


Begitu banyak museum dan galery lukisan di Bali, sebagaian besar memang berada di daerah Ubud, tapi ada satu museum lukisan yang berada di daerah Klungkung yang merupakan milik seorang maestro seni lukis Bali yang namanya sudah sangat mendunia, iya beliau adalah Nyoman Gunarsa, sang maestro seni lukis klasik Bali.

Museum ini terletak di jalur yang cukup strategis tepatnya di Pertigaan Banda Desa Takmung 3 Km arah Barat Kota Semarapura. Bentuk bangunan Museum merupakan perpaduan arsitek Bali Modern. Museum Nyoman Gunarsa dibagi menjadi 2 bagian utama, yakni tempat koleksi lukisan klasik Bali dan tempat lukisan modern khas Bali. Untuk kebersihan dan perawatan museum ini dikelola langsung oleh pemilik museum, karena museum ini merupakan museum milik pribadi. Fasilitas yang terdapat di museum ini antara lain; toko buku dan souvenir, coffee shop, rest room serta taman yang luas, sementara area parkir terdapat di depan museum

Didalamnya setidaknya ada sekitar 250 lukisan yang tersimpan dan dibuat dalam jangka waktu lebih kurang 20 tahun yang lalu. Selain itu, terdapat juga patung-patung tradisional Bali, berbagai wayang dan keris peninggalan zaman Kerajaan Gelgel. Di lantai museum ini terdapat panggung terbuka yang diberi nama “Surya Chandra Murti” dengan dilengkapi oleh pintu gerbang besar yag dibuat sendiri oleh Nyoman Gunarsa.

I Nyoman Gunarsa adalah salah satu pelukis Bali yang memiliki ciri khas tersendiri. Sebagian karya besarnya diambil dari cerita dan legenda rakyat Bali. Karya-karyanya diambil dari kesenian Bali, seperti tarian rakyat, musik tradisional, upacara Bali dan pengaruh lingkungan alam.

Museum Semarajaya Kerta Gosa


Mungkin banyak dari anda yang belum tahu kalau di dalam komplek Taman Gili Kerta Gosa terdapat sebuah museum yaitu Museum Semarajaya. Museum Semarajaya dibangun pada Gedung Bekas Sekolah MULO (Sekolah Menengah Jaman Belanda) dan bekas SMPN I Klungkung yang terletak dalam komplek Kertha Gosa dan Pemedal Agung (pintu bekas kerajaan Klungkung), tepatnya di Jalan Untung Surapati, Klungkung.

Museum Semarajaya Klungkung

Di dalam Museum dipamerkan barang-barang dari jaman prasejarah sampai benda-benda yang dipergunakan selama perang puputan Klungkung. Museum Semarajaya diresmikan oleh Menteri Dalam Negeri pada tanggal 28 April 1992. Dalam Museum ini dapat dilihat barang-barang yang dipergunakan sebagai perlengkapan upacara adat oleh raja-raja Klungkung serta foto-foto dokumentasi keturunan raja-raja di Klungkung.

Jika anda jalan-jalan ke Kerta Gosa, tidak ada salahnya anda juga mampir ke ini, karena letaknya juga dalam komplek taman tepatnya di sebelah barat Taman Gili Kerta gosa. Bangunan museum memiliki gaya arsitektur unik yang mengesankan yaitu perpaduan dari arsitektur gaya Belanda jaman dulu dengan arsitektur tradisional Bali.

Gedung tersebut memang dibangun pemerintah Belanda setelah runtuhnya kerajaan Klungkung pada tanggal 28 April 1908, jadi jelasnya gedung tersebut dibangun pada tahun 1920. Kini gedung yang penampilannya lain daripada yang lain diantara gedung-gedung yang ada di lingkungan wilayah tersebut, dipergunakan oleh pemerintah Daerah Kabupaten Daerah Tingkat II Klungkung sebagai gedung Museum Semarajaya, setelah mendapat rehab yang intensif. Gedung ini memang menonjolkan kharismanya tersendiri dan menimbulkan daya pesona bagi siapa saja yang memandangnya terutama bagi wisatawan mancanegara maupun nusantara yang banyak berkunjung ke komplek Kertha Gosa.

Museum Puri Lukisan Ubud


Lukisan Lempad
Lukisan Lempad

Berbicara tentang museum yang ada di Bali, sekarang saya ajak anda mengunjungi Museum Puri Lukisan yang terletak di Jalan Raya Ubudtepatnya sekitar  200 meter sebelah barat Puri Saren, dipisahkan oleh sebuah lembah kecil, naik ke sebidang dataran yang luas dengan pemandangan yang sangat indah.

Museum Lukisan ini memiliki koleksi dari seniman-seniman besar di Bali seperti I Gusti Nyoman Lempad, Ida Bagus Nyana, Anak Agung Gde Sobrat, I Gusti Made Deblog, Mr.Rudolf Bonnet,Walter Spies dan lain sebagainya yang memiliki berbagai corak ragam aliran dari  tradisional sampai Bali Modern

Museum ini di buka pada tahun 1954 oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Bapak Moh.Yamin dan dikelola oleh Yayasan Ratna Wartha, Ubud – Bali. Museum ini terdiri dari tiga bangunan utama berbentuk U, di tengah-tengah adalah taman museum dan kolam dengan bunga tunjung yang indah. Bangunan pertama adalah tempat pameran tetap untuk lukisan bergaya wayang atau wayang style, lukisan-lukisan dari I Gusti Nyoman Lempad dan penjelasan mengenai keberadaan organisasi Pita Maha. Bangunan kedua juga tempat pameran permanen atau tetap dari hasil karya pelukis yang bergaya Young Artists atau Young Artist Style, hasil karya yang bergaya Modern Tradisional Balinese Style. Bangunan ketiga dipergunakan untuk ajang pameran atau Temporary Exhibition.

Untuk informasi lebih lengkap bisa mengunjungi website resmi Museum Puri Lukisan Ubud di : http://www.mpl-ubud.com

Museum Arkeologi Gedong Arca Blahbatuh Gianyar


Bali memiliki begitu banyak museum dan salah satunya adalah museum arkeologi yang lebih dikenal sebagai museum Gedong Arca. Museum Arkeologi ini terletak di Desa Bedulu kecamatan Blahbatuh Gianyar, tepatnya di jalur menuju Tampaksiring dan dekat dengan obyek wisata Goa Gajah. Tidak sulit menemukannya karena berada di pinggir jalan raya dengan papan nama di depannya.

Di dalam museum ini terdapat koleksi koleksi peninggalan purbakala dari jaman peralihan berkembangan manusia pada kebudayaan Hindu – Buddha Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.  Koleksi Museum Arkeologi Gedung Arca saat ini berjumlah 185 buah yang terdiri dari dua kelompok yaitu dari masa prasejarah dan sejarah. Koleksi dari masa prasejarah di mulai dari jaman batu sampai jaman perunggu dan masa sejarah di mulai dari abad ke- 8 M sampai abad ke- 15 M. Koleksi-koleksi tersebut dipamerkan di halaman tengah, halaman dalam dan di depan Padmasana. Koleksi di museum ini berupa Paleolitik, Mesolitik, Neolitik, Perundagian, Sarkopagus, Stupika Tanah Liat, Benda Perunggu, Meterai Tanah Liat, Lingga, Arca Dwarapala, Replika, Keramik, dan Periuk.

Diantara koleksi benda-benda prasejarah ini terdapat juga alat-alat dari batu, tulang dan lain-lainnya. Yang sangat menarik perhatian adalah beberapa buah peti mayat (sarkopagus) yang berasal dari berbagai tempat di Bali. Sarkopagus itu pada umumnya berbentuk seperti kura-kura, mempunyai tonjolan pada sisi depan dan sisi belakangnya atau pada sisi sampingnya.

Museum Arkeologi (Museum Gedung Arca) adalah site museum yang dalam pengelolaanya merupakan bagian dari Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Bali Wilayah Kerja Propinsi Bali, NTB, dan NTT (BP3 Bali). Sejarah pendirian museum bermula dari gagasan dari Prof.Dr.R.P. Soejono dan Drs. Soekarto K.Atmojo (Mantan Kepala Dinas Purbakala Bali). Untuk memajangkan/memamerkan benda cagar budaya yang telah berhasil dilestarikan sejak berdirinya Jawatan Purbakala tahun 1950. Museum Arkeologi dengan koleksi unggulan berupa benda cagar budaya dari masa prasejarah dan sejarah yang seluruhnya berasal dari hasil pelestarian di wilayah Provinsi Bali, secara resmi dibuka oleh Dirjen Kebudayaan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia tanggal 14 September 1974.

Museum Arkeologi: Gedung Arca
Jln. Raya Tampaksiring Bedulu, Blahbatuh Gianyar-Bali
Telepon 0361-942947, Faks. 0361-942354

Foto-foto dari  google