Puri Agung Blahbatuh, Obyek Wisata Puri Baru Di Bali


Puri Agung Blahbatuh

Puri Agung Blahbatuh di Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, terus dibenahi untuk menjadi objek wisata budaya baru yang memiliki nilai sejarah, dimana di puri ini juga tersimpan benda bersejarah berupa topeng Gajah Mada.

Puri seluas empat hektare itu sudah dibenahi dan lebih menonjolkan arsitektur tradisionalnya yang masih utuh.  Inilah nilai lebih Puri Agung Blahbatuh ini, dimana wisatawan dapat melihat keunikan arsitektur dan topeng Gajah Mada.

Puri juga diharapkan menjadi pelopor pelestarian seni, oleh sebab itu  akan berkala dilakukan pemberian penghargaan kepada seniman Bali.

Penghargaan tersebut berupa patung Gajah Mada yang bertujuan untuk membangkitkan aura topeng Gajah Mada yang tersimpan di Puri Agung Blahbatuh

Topeng Gajah Mada

Menurut penglingsir puri, aura topeng Gajah Mada sangat penting untuk dibangkitkan karena jiwa kepahlawan dari Mahapatih Majapahit itu sangat penting untuk dihormati. Gajah Mada merupakan pemersatu nusantara yang terkenal dengan sumpah Palapa-nya.

Selain topeng Gajah Mada, masih ada 20 topeng bersejarah lainnya yang tersimpan di Puri Blahbatuh. Puluhan topeng atau tapel itu,  diupacarai pada hari-hari tertentu, sehingga kesakralannya tetap terjaga.

Iklan

Situs Goa Garba


Goa Garba merupakan salah satu dari sekian banyak situs peninggalan purbakala pada aliran sungai Tukad Pakerisan. Goa ini terletak di Banjar Sawegunung, Desa Pejeng Kaja, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar Bali. Tepatnya disebelah timur kantor Kepala Desa Pejeng.

Goa Garba berada dibawah Pura Agung Pengukur-ukuran,  Goa ini aslinya adalah sebuah ceruk pertapaan yang dipahat pada dinding  jurang sungai Pakerisan, untuk mencapai cagar budaya ini kita harus terlebih dahulu turun melewati pintu gerbang gapura yang tangganya tersusun rapi dan terbuat dari batu kali. Di tengah-tengah antara tangga yang terbuat dari susunan batu kali tersebut terdapat bekas telapak kaki manusia yang konon menurut cerita adalah telapak kaki yang membuat tempat pertapaan itu sendiri yaitu Patih Kebo Iwa.

Diatas Goa Garba terdapat beberapa kolam dan pancuran dimana pada sisi salah satu kolam tersebut sebuah lubang masuk menuju goa. Di lokasi Goa Garba terdapat sebuah tulisan yang dipahat berbunyi “ Sra’. Goa Garba diperkirakan dibangun sekitar abad 12 Masehi pada masa pemerintahan Raja Sri Jayapangus, tertulis pada prasasti yang terdapat pada Pura Pengukur-ukuran.

Obyek Wisata Yeh Pulu, Relief Kuno Pada Tebing Batu


Nama Yeh Pulu bukan diambil dari relief yang ada pada dinding-dinding tebing, melainkan dari gentong air yang berada di mata air suci yang ada disana dimana air yang keluar ditampung dalam gentong air dari batu padas kemudian dialirkan ke areal persawahan disekitarnya. Kata “Yeh” berarti air, dan “Pulu” berarti gentong.

Relief kuno ini terletak di Dusun Batulumbang, Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar Bali. Kurang lebih 26 Km dari Denpasar, dan tidak jauh dari obyek wisata Pura Goa Gajah. Untuk mencapai situs Obyek Wisata Yeh Pulu ini, anda mesti berjalan kaki sekitar 300 meter menyusuri jalan setapak dengan pemandangan persawahan yang indah.

Setelah melewati pintu masuk, anda akan melihat pahatan-pahatan pada tebing batu padas membentuk relief dengan alur cerita tentang kehidupan pada zaman kerajaan Bali kuno. Panjang relief ini sekitar 25 meter dengan tinggi 2 meter. Pertama kali ditemukan oleh Punggawa Kerajaan Ubud pada tahun 1925, dan selanjutnya diteliti kembali serta dipublikasikan oleh Jawatan Purbakala Kolonial Belanda yang dipimpin oleh Dr.W.F Sutterhiem pada tahun 1929.

Disamping pahatan-pahatan klasik Bali, Monumen ini juga memiliki Ceruk-ceruk Pertapaan Raja Bedahulu sebelum gugur menghadapi laskar kerajaan Majapahit pada tahun 1343 masehi. Relief Yeh Pulu merupakan salah satu diantara sekian banyak monumen sejarah yang dibangun pada zaman Bali Kuno ( abad ke 14 masehi ) yang sarat mengandung nilai estetika yang harus kita lestarikan.

Situs Pura Gunung Kawi


Pura Gunung KawiPura Gunung Kawi terletak di jalur sungai Tukad Pakerisan, di Desa Tampaksiring, Gianyar yang memang banyak memiliki peninggalan-peninggalan situs purbakala seperti Pura Tirta Empul dan Relief Yeh Pulu.

Mengunjungi obyek wisata ini sangatlah menyenangkan karena anda bisa berolahraga dengan menuruni 320 anak tangga, serta menikmati pemandangan sawah bertingkat di sepanjang jalan menuju pura. Lokasi obyek ini terletak di dasar lembah dimana situs ini dibagi dua yaitu bagian sebelah barat dan sebelah timur sungai Pakerisan.

Apa yang menarik dari Pura Gunung Kawi ini? Tentunya nilai kepurbakalaan dan seni dari pura itu sendiri, karena pura ini diperkirakan dibangun pada abad ke-11 dengan cara mengukir dinding-dinding tebing batu padas sehingga terbentuk pahatan candi-candi yang sangat indah.

Asal-usul nama Gunung Kawi diperkirakan berasal dari kata “Gunung” yang berarti pegunungan dan kata “Kawi” yang berarti pahatan, sehingga diartikan sebagai pahatan-pahatan/candi yang dibuat ditebing gunung. Pada pahatan candi yang ada di sisi paling utara terdapat tulisan “Haji Lumah Ing Jalu“. Dari tulisan ini, disebutkan bahwa candi di sisi paling utara merupakan candi pemujaan roh suci dari Raja Udayana. Sedangkan candi yang berada di sebelahnya merupakan pemujaan untuk keempat permaisuri dan putra-putranya, Marakata, serta Anak Wungsu.

Dengan adanya abu raja Udayana dan Anak Wungsu yang berada di balik pahatan candi dinding, tak heran bila komplek pura Gunung Kawi ini disebut sebagai makam Dinasti Warmadewa.

10 Obyek Wisata Di Gianyar Yang Wajib Anda Kunjungi


Lambang Kabupaten Gianyar
Lambang Kabupaten Gianyar

Kabupaten Gianyar Bali dikenal sebagai gudangnya seni di Bali, karena banyak desa-desa di Gianyar memiliki citra seni sendiri-sendiri. Seperti Celuk yang terkenal sebagai pusat kerajinan emas dan perak, Singapadu sebagai pusat seni ukir batu paras, Batubulan dengan atraksi barong dan kris dance, Ubud sebagai pusat seni lukis, Sukawati sebagai pusat seni ukir kayu, Tegalalang pusat kerajinan tangan, Keramas sebagai pusat seni lukis tradisional Bali yang lebih dikenal dengan aliran Keramas, Bona dikenal sebagai sentra kerajinan dari bambu,  dan hampir semua desa lainnnya memiliki ciri khas seni tersendiri.

Selain potensi seni, Gianyar juga memiliki potensi budaya dan alam yang menjadi obyek wisata favorit dan wajib anda kunjungi. Berikut saya coba rangkum obyek-obyek wisata yang terdapat di Kabupaten Gianyar.

  • Ubud – menjadi semacam ikon pariwisata Gianyar. Wisatawan jika ke Gianyar, mesti mampir ke Ubud yang memiliki banyak obyek wisata seperty Monkey Forest, Puri Ubud, Museum Neka, Gallery Lukisan, pertunjukan tari dan pasar seni Ubud.
  • Sukawati – menjadi pusat kerajinan dan oleh-oleh khas Bali. Pasar Sukawati adah tempat paling ideal dan lengkap serta murah untuk produk khas Bali.
  • Bali Safari & Marine Park – Kebun binatang terbesar di Bali yang memiliki ratusan jenis satwa dari Indonesia dan negara lainnya dan disini juga ada Bali Agung Theater yang mementaskan binatang sebagai pemainnya.
  • Pura Tirta Empul & Tampaksiring – komplek istana kepresidenan yang dibangun pada jaman presiden Sukarno dengan pemandagan Pura Tirta Empul yang dengan sumber mata air yang tidak pernah surut.
  • Goa Gajah – sebagai simbol akulturasi kebudayaan Hindu dan Buddha yang berkembang pada masa kerajaan Bali Kuno
  • Bali Zoo Park – Kebun binatang pertama di Bali dengan aneka macam koleksi satwa yang memiliki fasilitas  outbound dan trekking.
  • Bali Bird Park & Reptile Park – Taman burung dan reptile di Singapadu yang patut anda kunjungi karena memiliki banyak ragam burung, unggas dan tentunya reptil.
  • Desa Celuk – pusat kerajinan dari emas dan perak yang memiliki ciri khas tersendiri dimana anda disini juga bisa melihat proses pembuatannya.
  • Taman Gajah – atau yang lebih dikenal dengan Bali Elephant Safari Park yang terletak di desa Taro, Payangan adalah pusat gajah di Bali yang memiliki museum gajah terlengkap di Asia Tenggara
  • Pantai Lebih – salah satu pantai terindah yang dimiliki Gianyar dengan pemandangan perahu nelayan dan pulau Nusa Penida, disini anda juga bisa berwisata kuliner aneka jenis makanan dari ikan laut.

Jika anda memiliki lebih banyak waktu, masih banyak obyek wisata lain di seputar Gianyar yang patut anda kunjungi, karena disini hampir semua desa ada obyek wisatanya.  Jika anda suka suasana alam, cobalah ke daerah Gianyar utara, disini  banyak pemandangan yang sangat indah salah satunya adalah Cekingan yaitu pemandangan sawah bertingkat (terasering) yang tidak kalah indahnya dengan Jatiluwih.

Jadwal Pementasan Tari Bali Di Ubud


Jadwal Lengkap Pementasan Tari Tradisional Bali di Ubud

Seperti yang sudah anda ketahui, Ubud merupakan pusat kesenian Bali, disini secara berkala dipentaskan tarian Bali yang memperkaya Ubud sebagai obyek wisata favorit.

Berikut saya coba rangkum jadwal-jadwal pementasan tarian Bali yang ada di Ubud. Untuk informasi lainnya bisa anda tanyakan Ubud Tourist Information di depan Puri Saren Ubud, dan disana juga bisa beli tiket untuk semua pertunjukan. Atau kalau anda ingin lebih gampang, bisa langsung ke lokasi.

MINGGU

TEMPAT

WAKTU

Tarian Legong dari Mahabrata Puri Saren/ Ubud Palace 19.30
Tarian Kecak dan Tarian Api Padang Tegal Kaja 19.00
Wayang Kuli Oka Kartini 20.00
The Peliatan Master Arma Museum 20.00
Janger Ubud Water Palace 19.00
Jegog ( Gambela Bambu) Desa Bentuyung 19.00
Tarian Kecak dan Tarian Api Pura Batukaru 19.30
Tarian Legong Pura Taman Sari 19.30
Tarian dan Gambelan dari desa Peliatan Balairung Mandara 19.30

SENIN

TEMPAT

WAKTU

Tarian Legong Puri Saren/ Ubud Palace 19.30
Tarian Kecak dan Tarian Api Desa Junjungan 19.00

Tarian Barong dan Keris

Wantilan

19.00
Tarian Kecak dan Tarian Api Pura Dalem Ubud 19.30

SELASA

TEMPAT

WAKTU

Tarian Ramayana Ballet

Puri Saren/ Ubud Palace

19.30

Spirit of Bali

Pura Desa Kutuh

19.30

Tarian Kecak dan Tarian Api

Padang Tegal Kelod

19.00

Wayang Kulit Monkey Forest 20.00
Tarian Legong Di Balerung Stage 19.00
Tarian Legong Pura Dalem Ubud 19.30
Gamelan Wanita dan Tarian Anak-anak Pura Dalem Ubud 19.30

RABU

TEMPAT

WAKTU

Tarian Legong dan Tarian Barong

Puri Saren/ Ubud Palace

19.30

Tarian Katak – Pura. Padang Kertha

Padang Tegal Kelod

19.00

Wayang Kulit

Oka Kartini

20.00

Tarian Legong Di Yamasari Stage 19.30
Tarian Kecak dan Tarian Api Padang Tegal 19.00
Jegog ( Gambela Bambu ) Pura Dalem Kelod 19.00
Tarian Kecak dan Tarian Api Pura Dalem Taman Kaja 19.30
Tarian Topeng Jimat Arma Museum 19.00

JUMAT

TEMPAT

WAKTU

Tarian Barong

Puri Saren/ Ubud Palace

19.30

Tarian Legong dan Tarian Barong

Di Balerung

19.30

Tarian Kecak dan Tarian Api

Pura Padang Kerta

19.00

Wayang Kulit Oka Kartini 20.00
Jegog (Gambelan Bambu) Desa Bentuyung 19.00
Tarian Kecak Ramayana dan Tarian Api Pura Dalem Ubud 19.30
Tarian Barong Arma Museum 17.30

SABTU

TEMPAT

WAKTU

Tarian Legong

Ubud Palace/ Puri Saren

19.30

Tarian Legong

Puri Agung Peliatan

19.30

Tarian Kecak dan Tarian Api

Padang Tegal

19.00

Wayang Kulit Monkey Forest 20.00
Tarian Legong Ubud Water Palace 19.00
Tarian Katak Pura Padang Kerta 19.30
Taria Legong Yang Cantik Pura Dalem Ubud 19.30
Tarian Kecak dan Tarian Api Pura Dalem Taman Kaja 19.30

SETIAP TGL 1 dan 15

TEMPAT

WAKTU

Tarian Gambuh Pura Desa Batuan 19.00

SETIAP BULAN PURNAMA dan TILEM

TEMPAT

WAKTU

Tarian Kecak Rina Arma Museum 19.00

Tiket masuk antara Rp. 50.000, – to Rp. 100.000,-

Museum Puri Lukisan Ubud


Lukisan Lempad
Lukisan Lempad

Berbicara tentang museum yang ada di Bali, sekarang saya ajak anda mengunjungi Museum Puri Lukisan yang terletak di Jalan Raya Ubudtepatnya sekitar  200 meter sebelah barat Puri Saren, dipisahkan oleh sebuah lembah kecil, naik ke sebidang dataran yang luas dengan pemandangan yang sangat indah.

Museum Lukisan ini memiliki koleksi dari seniman-seniman besar di Bali seperti I Gusti Nyoman Lempad, Ida Bagus Nyana, Anak Agung Gde Sobrat, I Gusti Made Deblog, Mr.Rudolf Bonnet,Walter Spies dan lain sebagainya yang memiliki berbagai corak ragam aliran dari  tradisional sampai Bali Modern

Museum ini di buka pada tahun 1954 oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Bapak Moh.Yamin dan dikelola oleh Yayasan Ratna Wartha, Ubud – Bali. Museum ini terdiri dari tiga bangunan utama berbentuk U, di tengah-tengah adalah taman museum dan kolam dengan bunga tunjung yang indah. Bangunan pertama adalah tempat pameran tetap untuk lukisan bergaya wayang atau wayang style, lukisan-lukisan dari I Gusti Nyoman Lempad dan penjelasan mengenai keberadaan organisasi Pita Maha. Bangunan kedua juga tempat pameran permanen atau tetap dari hasil karya pelukis yang bergaya Young Artists atau Young Artist Style, hasil karya yang bergaya Modern Tradisional Balinese Style. Bangunan ketiga dipergunakan untuk ajang pameran atau Temporary Exhibition.

Untuk informasi lebih lengkap bisa mengunjungi website resmi Museum Puri Lukisan Ubud di : http://www.mpl-ubud.com