Burung Jalak Bali, Si Cantik Dari Taman Nasional Bali Barat


Burung Jalak Bali
Burung Jalak Bali

Salah satu satwa endemik Taman Nasional Bali Barat (TNBB) adalah burung Jalak Bali yang mempunyai nama ilmiah Leucopsar rothschildi, juga dikenal sebagai The Bali Starling (Bahasa Inggris) atau Curik Bali (Bahasa Bali). Pertama kali dilaporkan penemuannya oleh Dr. Baron Stressmann seorang ahli burung berkebangsaan Inggris pada tanggal 24 Maret 1911.

Atas rekomendasi Stressmann, Dr. Baron Victor Von Plessenn mengadakan penelitian lanjutan (tahun 1925) dan menemukan penyebaran burung Jalak Bali mulai dari Bubunan sampai dengan Gilimanuk dengan perkiraan luas penyebaran 320 km2. Nama ilmiah Jalak Bali dinamakan menurut pakar hewan berkebangsaan Inggris, Walter Rothschild, sebagai orang pertama yang mendeskripsikan spesies ini ke dunia pengetahuan pada tahun 1912.

Burung Jalak Bali sekilas mirip dengan burung Jalak Putih atau burung jalak suren, tetapi ada beberapa ciri-ciri khusus yang membedakannya dan membuat burung ini sangat cantik yaitu:

  • Bulu
    Sebagian besar bulu Jalak Bali berwarna putih bersih, kecuali bulu ekor dan ujung sayapnya berwarna hitam
  • Mata
    Burung Jalak Bali
    Burung Jalak Bali

    Mata berwarna coklat tua, daerah sekitar kelopak mata tidak berbulu dengan warna biru tua

  • Jambul
    Burung Jalak Bali mempunyai jambul yang indah, baik pada jenis kelamin jantan maupun pada betina
  • Kaki
    Jalak Bali mempunyai kaki berwarna abu-abu biru dengan 4 jari jemari (1 ke belakang dan 3 ke depan)
  • Paruh
    Paruh runcing dengan panjang 2 – 5 cm, dengan bentuk yang khas dimana pada bagian atasnya terdapat peninggian yang memipih tegak. Warna paruh abu-abu kehitaman dengan ujung berwarna kuning kecoklat-coklatan
  • Ukuran
    Sulit membedakan ukuran badan burung Jalak Bali jantan dan betina, namun secara umum yang jantan agak lebih besar dan memiliki kuncir yang lebih panjang, juga memiliki panjang sekitar 25 cm
  • Telur
    Jalak Bali mempunyai telur berbentuk oval berwarna hijau kebiruan dengan rata-rata diameter terpanjang 3 cm dan diameter terkecil 2 cm
Jalak Bali, The Bali Starling, Curik Bali
Jalak Bali, The Bali Starling, Curik Bali

Burung Jalak Bali ini merupakan jenis burung pengicau dan juga pesolek sehingga sangat digemari para kolektor burung. Penangkapan di alam liar selama ini, serta berkurangnya areal hutan sebagai habitatnya di TNBB menjadikan burung ini sudah semakin langka. Pemerintah pun sudah menetapkan Burung Jalak Bali sebagai satwa langka yang dilindungi Undang-Undang, serta IUCN ( International Union for Conservation of Nature and Natural Resources) telah memasukan Jalak Bali ke dalam Red Data Book, yaitu buku yang memuat jenis flora dan fauna yang terancam punah. Selain itu dalam konvensi perdagangan internasional bagi jasad liar CITES ( Convention on International Trade in Endangered Species of wild fauna and flora) Jalak bali terdaftar dalam Appendix I, yaitu kelompok yang terancam kepunahan dan dilarang untuk diperdagangkan

Oleh karena itu, sudah dimulai program penangkaran dan pengembangbiakan burung ini di habitat aslinya dan di beberapa kebun binatang. Dan yang menggembirakan karena jalak Bali ternyata bisa berkembang biak dengan baik di penangkaran tersebut.

Eko Wisata Taman Nasional Bali Barat


Taman Nasional Bali Barat merupakan salah satu kawasan pelestarian alam di Bali yang memiliki ekosistem asli dengan berbagai jenis tumbuhan dan binatang sehingga sangat cocok untuk wisata alam atau ekowisata untuk liburan keluarga anda. Selain itu, Taman Nasional Bali Barat ini terdiri dari beberapa tipe vegetasi yaitu hutan mangrove, hutan pantai, hutan musim, hutan hujan dataran rendah, savana, terumbu karang, padang lamun, pantai berpasir, dan perairan laut dangkal dan dalam.

Taman nasional ini memiliki 175 jenis tumbuhan dan 14 jenis diantaranya merupakan tumbuhan langka seperti bayur (Pterospermum javanicum), ketangi (Lagerstroemia speciosa), burahol (Stelechocarpus burahol), cendana (Santalum album), dan sonokeling (Dalbergia latifolia).

Disamping memiliki satwa burung yang endemik dan langka yaitu burung jalak bali (Leucopsar rothschildi), terdapat jenis burung lain seperti jalak putih (Sturnus melanopterus), terucuk (Pycnonotus goiavier), dan ibis putih kepala hitam (Threskiornis melanocephalus).

Di taman nasional ini dapat dijumpai beberapa satwa seperti kijang (Muntiacus muntjak nainggolani), luwak (Pardofelis marmorata), trenggiling (Manis javanica), landak (Hystrix brachyura brachyura), dan kancil (Tragulus javanicus javanicus).

Di taman nasional ini dapat dijumpai beberapa satwa seperti banteng (Bos javanicus javanicus), kijang (Muntiacus muntjak nainggolani), luwak (Pardofelis marmorata), trenggiling (Manis javanica), landak (Hystrix brachyura brachyura), dan kancil (Tragulus javanicus javanicus).

Sedangkan biota laut yang berada di sekitar Pulau Menjangan dan Tanjung Gelap terdiri dari 45 jenis karang diantaranya Halimeda macroloba, Chromis spp., Balistes spp., Zebrasoma spp., dan Ypsiscarus ovifrons; 32 jenis ikan diantaranya ikan bendera (Platax pinnatus), ikan sadar (Siganus lineatus), dan barakuda (Sphyraena jello); 9 jenis molusca laut diantaranya kima selatan (Tridacna derasa), triton terompet (Charonia tritonis), dan kima raksasa (Tridacna gigas).

Burung Jalak Bali (Leucopsar rothschildi)

Burung jalak bali merupakan satwa primadona taman nasional ini, dan termasuk burung pesolek yang senantiasa menyenangi habitat yang bersih, serta jelajah terbangnya tidak pernah jauh. Burung tersebut memerlukan perhatian dan pengawasan ekstra ketat, karena populasinya rendah dan mudah untuk ditangkap.

Beberapa lokasi/obyek yang menarik untuk dikunjungi:

  • Kapal. Menyelam dan snorkeling. Bangkai kapal yang telah penuh dengan karang, dimana diantaranya terdapat Acrophora sp. yang mempunyai ukuran garis tengah lebih dari 75 cm.
  • Pulau Menjangan, Pos Satu, Pos Dua dan Tanjung Gelap. Menyelam dan snorkeling.
  • Krepyak dan Sumberejo. Pengamatan satwa.
  • Monumen Lintas Laut dan Makam Jayaprana. Wisata budaya.

Atraksi budaya di luar taman nasional yaitu Mekepung, Kendang Mebarung dan Jegog yang dilaksanakan pada bulan September dan Oktober, di Negara.

Musim kunjungan terbaik yaitu pada bulan Agustus s/d Desember setiap tahunnya.

Cara pencapaian lokasi: Melalui jalan raya; Denpasar – Negara – Cekik = 43,3 km. Singaraja – Seririt – Cekik = 85 km, dan kantornya tidak jauh dari Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk.

Kantor : Kantor Pos Gilimanuk
Cekik 82253, Bali
Telp. (0365) 61060, 61173
E-mail : tnbb@telkom.net

Kecil Nan Indah, Pulau Menjangan Surga Untuk Diving


Salah satu diving site yang paling terkenal di Bali tentu Pulau Menjangan, sebuh pulau kecil nan indah yang berada di barat laut Pulau Bali, masuk dalam kawasan wisata Bali Utara, sekitar 5 km dari pulau Bali. Pulau Menjangan sendiri masuk dalam wilayah Desa Sumber Klampok, Kecamatan Gerokgak,  kabupaten Buleleng, tepatnya sekitar 76 Km dari pusat kota Singaraja.   Dan sekitar 20 Km dari Gilimanuk.

Kalau Anda penikmat wisata bawah air laut seperti diving dan snorkeling, jangan lupa untuk berwisata ke Pulau Menjangan ini. Pemandangan bawah laut di tempat ini menjadi semacam kunjungan wajib bagi pari diver.

Pulau Menjangan merupakan bagian dari Taman Nasional Bali Barat (TNBB) sehingga secara adminsitratif, segala hal yang berkaitan dengan pulau Menjangan harus berurusan dengan TNBB. Karena di Pulau ini hidup binatang liar yang dilestarikan yaitu Rusa yang dalam bahasa Bali disebut Menjangan, itu kenapa disebut Pulau Menjangan. Dan luas pulau Menjangan sendiri  sekitar 6000 Hektar.


Untuk menyelam, anda harus ada izin khusus dari Kepala TNBB berkantor di Desa Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana. Hal ini untuk mencegah penyelam sembarangan yang bisa merusak habitat terumbu karang di Pulau ini.  Tetapi anda tidak usah khawatir soal izin ini. Sebab, hampir seluruh dive operator di Bali sudah memiliki izin dari TNBB. Artinya, jika anda ingin menyelam disini, anda wajib didampingi Dive Operator.

Untuk mencapai Pulau Menjangan, anda harus menyeberang dulu dengan boat dari pelabuhan Labuhan Lalang sekitar 30 menit perjalanan. Sepanjang perjalanan menuju pulau, anda akan disuguhkan pemandangan yang indah, apalagi kalau pas anda beruntung, anda bisa melihat kawanan hewan rusa yang berkeliaran di sekitar pantai.

Setengah jam perjalanan, sampailah kita di pos pertama. Hampir seluruh perahu memarkir perahunya di dermaga kecil yang terletak di sisi selatan Pulau Menjangan ini. Pos ini pula yang relatif aman untuk penyelam pemula atau sekadar snorkling. Selain itu pemandangannya juga bisa dibilang paling bagus karena tidak terlalu dalam dan terumbu karangnya sangat beragam. Hanya sekitar tiga mter dari bibir pantaipulau Menjangan ke arah laut, kita sudah bisa mendapatkan pemandangan bawah laut dengan terumbu karang yang indah. Airnya bening dengan suhu sekitar 25 derajat celcius. Tempat ini sangat menakjubkan karena kontur dasar lautnya yang awalnya dangkal mendatar tiba-tiba langsung dalam (drop off). Pada dinding curam itu terdapat berbagai terumbu karang berwarna-warni seperti Millephora sp atau Acrophola sp. Diantara terumbu karang itu ribuan ikan berenang mendekati kita seperti lionfish, stonefish, ikan zebra, maupun jenis lainnya. Menurut catatatn TNBB setidaknya ada 45 jenis terumbu karang, 32 jenis ikan karang, serta sembilan moluska laut yang terdapat di perairan Pulau Menjangan. Seluruh spesies karang dan ikan tersebut bisa kita temukan di Pulau Menjangan.

Jarak pandang (visibility) di tempat ini sangat jelas sekitar 20 meter sehingga memungkinkan kita untuk melihat beragam terumbu karang dengan jelas. Dengan latar belakang dasar laut membiru, terumbu karang berwarna merah, kuning, atau warna-warna menyala lain itu sangat jelas. Di beberapa bagian juga ada semak-semak laut yang bergoyang-goyang ketika terkena arus. Arus di tempat ini tidak terlalu besar sehingga kita tinggal mengatur keseimbangan badan ketika menyelam. Beberapa penyelam biasanya tidak cukup melihat terumbu karang itu hanya sekali. Kita bisa berkali-kali melihat terumbu karang itu, bergerak ke tempat lain, lalu kembali dan mendapati karang dengan pemandangan berbeda. Luas areal menyelam di pos pertama itu mencapai sekitar dua are. Namun selama menyelam, ingatlah jangan sampai menyentuh, apalagi menginjak karang karena akan merusaka habitat terumbu karang yang demikian indah.

Di Pulau Menjangan setidaknya ada delapan site penyelaman antara lain pos pertama yang telah kita kunjungi, Cave Point, Pos 2, Bat Caves, Tenple Slopes, Coral Garden, Anker Wreck, dan Eeel Garden yang berurutan dari barat daya pulau tersebut mengelilingi pulau. Dengan persediaan oksigen terbatas, menyelam sehari tidak akan cukup menjelajah semua tempat tersebut.

Kembali ke lokasi penyelaman, tempat lain yang sering dikunjungi turis adalah Wreck Point dimana terdapat bangkai kapal bekas perang dunia kedua di lokasi ini. Kapal tersebut berada di sebelah utara pulau sehingga lebih dalam, sekitar 40 meter, dan arusnya lebih besar. Penyelam yang menikmati tempat ini biasanya yang kemampuan menyelamnya sudah tinggi. Pemandangan eksotis di tempat ini adalah berbagai terumbu karang yang menempel pada dinding bangkai kapal.

Selain Wreck Point, lokasi lain yang bisa dkunjungi adalah Garden Eel yang terkenal karena belut lautnya. Hal yang paling asik di point ini adalah gorgonian alias kipas laut. Selain itu point ini juga cocok untuk diver pemula karena arusnya yang tidak terlalu besar dan permukaan yang tidak curam. Berbeda misalnya dengan pos satu di selatan Pulau Menjangan yang sedikit datar lalu ada dropp off alias dinding curamnya. Point ini berada di bagian barat laut Pulau Menjangan. Kalau mau langsung dari pos pertama akan mudah karena hanya perlu waktu sekitar 10 menit dengan perahu.

Jika anda ingin memuaskan diri menyelam disini, sebaiknya anda menginap di sekitar pulau menjangan ini. Anda bisa menginap di Gilimanuk, di Pantai Pemuteran atau di Pantai Lovina. Sudah banyak penginapan dan hotel disini dari harga murah sampai kelas hotel Bintang.