Daftar Obyek Wisata Di Kabupaten Klungkung


Lambang Kabupaten Klungkung

Kabupaten Klungkung adalah kabupaten terkecil kedua di provinsi Bali setelah Kodya Denpasar , Indonesia. Nama Ibukotanya adalah Semarapura. Klungkung berbatasan dengan Kabupaten Bangli di sebelah utara, Kabupaten Karangasem di timur, Kabupaten Gianyar di barat dan dengan Samudra Hindia di sebelah selatan.

Sepertiga wilayah Kabupaten Klungkung (112,16 km²) terletak di antara pulau Bali dan dua pertiganya (202,84 km²) lagi merupakan kepulauan, yaitu Nusa Penida, Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan.

Kabupaten Klungkung dibagi menjadi 4 wilayah kecamatan, yaitu:  Banjarankan, Klungkung, Dawan dan Nusa Penida.

Berikut daftar tempat wisata di Kabupaten Klungkung yang patut anda kunjungi jika berlibur di Bali. Beberapa diantaranya merupakan obyek wisata favorit dikalangan wisatawan.

  • Kerta Gosa Dan Taman Gili – Kerta Gosa adalah salah satu obyek wisata andalan kabupaten Klungkung, Bali. Dibangun pada tahun 1686 oleh Dewa Agung Jambe, Taman Gili Kerta Gosa memiliki keunikan tersendiri yang tidak dimiliki obyek wisata lainnya. Kerta Gosa adalah sebuah bangunan terbuka (bale) yang secara resmi merupakan bagian dari kompleks Puri Agung Semarapura.
  • Goa Lawah – Pura Goa Lawah terletak di desa Pesinggahan, Kecamatan Dawan, 10 km timur kota Semarapura Klungkung dan sekitar 50 km dari Denpasar. Tidak sulit mencari obyek wisata ini karena berada di jalur menuju Karangasem dan terdapat 3 obyek wisata yang bisa anda nikmati yaitu Goa, Pura dan Pantai.
  • Desa Kamasan – Kamasan adalah sebuah komunitas seniman lukisan tradisional. Begitu intim dan begitu lama berkembangnya seni lukis tradisional maka para seniman menyebut hasil-hasil lukisan di sana memiliki gaya (style) tersendiri yaitu lukisan tradisional Kamasan.
  • Desa Tihingan – Desa Tihingan merupakan salah satu desa yang menjadi tujuan wisata dengan masyarakatnya yang terkenal sebagai pembuat instrumen Gong (gamelan).
  • Pantai KusambaPantai Kusambamemiliki keindahan seperti pantai-pantai di Bali timur pada umumnya, pasir hitam yang berkilauan, air tenang yang menghanyutkan, deratan warna-warni perahu nelayan dan eksotisme yang begitu menawan. Tapi Pantai Kusamba memiliki hal lain yang tidak dimiliki pantai lainnya yaitu pemandangan petak-petak ladang garam para petani garam tradisional.
  • Pantai Watu Klotok – Keindah pantai berpasir hitam ini dengan hiasan batu-batu sikat kecil, dan vibrasi keagungan pura watu Klotok menambah eksotisme pantai ini.
  • Museum Semarajaya – Di dalam Museum dipamerkan barang-barang dari jaman prasejarah sampai benda-benda yang dipergunakan selama perang puputan Klungkung. Museum Semarajaya diresmikan oleh Menteri Dalam Negeri pada tanggal 28 April 1992. Dalam Museum ini dapat dilihat barang-barang yang dipergunakan sebagai perlengkapan upacara adat oleh raja-raja Klungkung serta foto-foto dokumentasi keturunan raja-raja di Klungkung.
  • Museum Seni Lukis Klasik Nyoman Gunarsa – Museum ini terletak di jalur yang cukup strategis tepatnya di Pertigaan Banda Desa Takmung 3 Km arah Barat Kota Semarapura. Bentuk bangunan Museum merupakan perpaduan arsitek Bali Modern. Museum Nyoman Gunarsa dibagi menjadi 2 bagian utama, yakni tempat koleksi lukisan klasik Bali dan tempat lukisan modern khas Bali.
  • Goa Jepang – Goa Jepang dibuat oleh orang-orang jepang pada masa awal penjajahan sekitar tahun 1941-1942 pada dinding tebing diatas sungai Tukad Bubuh. Ada 16 lubang goa jepang disini yang kesemuanya memiliki kedalaman 4 meter, 2 lubang yaitu di ujung utara dan ujung selatan merupakan goa yang berdiri sendiri, sedang 14 lubang lagi saling berhubungan yang dihubungkan oleh sebuah lorong panjang.
  • Nusa Penida – Nusa Penida mencakup wilayah yang luas untuk Lokasi Diving, seperti misalnya Penida Bay, Manta Point, Batu Meling, Batu Lumbung, Batu Abah, Toyapakeh dan Malibu Point.
  • Nusa Lembongan – Walaupun pulau ini kecil tapi menyimpan pesona yang luar biasa, disini terdapat banyak pantai berpasir putih yang indah dan eksotis diantaranya Pantai Tanjung Sanghyang, Jungut Batu Beach, Mushroom Beach, Tamarind Beach, Semelek Beach,  Sunset Beach,  Dream Beach dan Lebaoh yang menjadi pusat pertanian rumput laut.
  • Monumen Puputan Klungkung – Monumen ini terletak di sebelah timur Kerta Gosa atau di tengah Kota Semarapura berupa Tugu menjulang tinggi setinggi 28 meter berbentuk Lingga-Yoni yang dibangun pada areal seluas 123 meter persegi, merupakan simbol perjuangan rakyat Klungkung ketika bertempur habis-habisan melawan penjajah.
  • Puri Agung Klungkung- Puri Agung Klungkung adalah kompleks bangunan bersejarah yang berlokasi di Semarapura-Klungkung, Bali. Puri ini merupakan peninggalan dari Kerajaan Klungkung. Istana atau Puri Klungkung ini didirikan pada sekitar akhir abad ke-17. Bangunan dari puri ini sebagian besarnya telah hancur pada masa penaklukan Belanda tahun 1908.
    Kerajaan Klungkung pada masa itu dianggap sebagai kerajaan yang paling tinggi dan paling penting dari Sembilan kerajaan lainnya yang ada di Bali sejak akhir abad ke-17 sampai tahun 1908.
  • Pantai Lepang – Salah satu pantai yang patut anda kunjungi, terletak di sebalah barat pantai Watu Klotok, memiliki pemandangan yang indah dengan nuansa pasir hitamnya.
  • Desa Pesinggahan – Pesinggahan adalah nama sebuah desa di Kabupaten Klungkung, merupakan perbatasan dengan kabupaten Karangsem. Jika anda tahu Pura Goa Lawah, disitulah desa Pesinggahan itu.  Selain menawarkan obyek wisata Goa Lawah dengan pantainya yang bisa anda nikmati, disini juga tempat yang pas untuk beristirahat sejenak sambil menikmati aneka menu yang ditawarkan oleh banyak warung makan disini.
  • Arung Jeram Sungai Melangit – Salah satu sungai yang patut anda coba arungi jeramnya adalah di Tukad (sungai) Melangit. Tukad Melangit adalah sungai terdalam di Kabupaten Klungkung. Memiliki kedalaman 4 meter dan sepanjang alur sungai dipenuhi arus sungai yang cukup deras dan jeram yang curam untuk anda arungi.

Masih ada potensi obyek wisata yang patut dikembangkan, dan mungkin bisa menjadi obyek wisata favorit wisatawan. Selamat berlibur di Bali.

Mengintip Goa Jepang


Goa Jepang Klungkung, Bali

Jika anda menuju kota Semarapura Klungkung melalui jalur Kota Gianyar, anda pasti melihat lubang-lubang kecil di sepanjang jalan dekat kota Klungkung tepat di Banjar Koripan Desa Banjarangkan, lubang-lubang itulah yang dikenal dengan nama goa jepang.

Goa Jepang dibuat oleh orang-orang jepang pada masa awal penjajahan sekitar tahun 1941-1942 pada dinding tebing diatas sungai Tukad Bubuh. Ada 16 lubang goa jepang disini yang kesemuanya memiliki kedalaman 4 meter, 2 lubang yaitu di ujung utara dan ujung selatan merupakan goa yang berdiri sendiri, sedang 14 lubang lagi saling berhubungan yang dihubungkan oleh sebuah lorong panjang.

Tujuan dibangunnya goa ini yaitu sebagai lokasi perlindungan para tentara Jepang dalam upayanya mempertahankan diri dari serangan tentara sekutu di masa Perang Dunia Kedua. Goa Jepang juga banyak terdapat di daerah lain di Indonesia, mengingat kita dulunya sempat dijajah Jepang, walaupun singkat tetapi cukup banyak meninggalkan peninggalan bersejarah.

Peninggalan-peninggalan ini wajib kita lestarikan untuk tetap menjaga nilai nasionalisme dan patriotisme bangsa Indonesia. Sekali lagi, jika anda kebetulan lewat daerah ini, tidak ada salahnya anda sempatkan mampir ke Goa Jepang ini ya.,Happy holiday….

Situs Goa Garba


Goa Garba merupakan salah satu dari sekian banyak situs peninggalan purbakala pada aliran sungai Tukad Pakerisan. Goa ini terletak di Banjar Sawegunung, Desa Pejeng Kaja, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar Bali. Tepatnya disebelah timur kantor Kepala Desa Pejeng.

Goa Garba berada dibawah Pura Agung Pengukur-ukuran,  Goa ini aslinya adalah sebuah ceruk pertapaan yang dipahat pada dinding  jurang sungai Pakerisan, untuk mencapai cagar budaya ini kita harus terlebih dahulu turun melewati pintu gerbang gapura yang tangganya tersusun rapi dan terbuat dari batu kali. Di tengah-tengah antara tangga yang terbuat dari susunan batu kali tersebut terdapat bekas telapak kaki manusia yang konon menurut cerita adalah telapak kaki yang membuat tempat pertapaan itu sendiri yaitu Patih Kebo Iwa.

Diatas Goa Garba terdapat beberapa kolam dan pancuran dimana pada sisi salah satu kolam tersebut sebuah lubang masuk menuju goa. Di lokasi Goa Garba terdapat sebuah tulisan yang dipahat berbunyi “ Sra’. Goa Garba diperkirakan dibangun sekitar abad 12 Masehi pada masa pemerintahan Raja Sri Jayapangus, tertulis pada prasasti yang terdapat pada Pura Pengukur-ukuran.

10 Obyek Wisata Favorit Di Kabupaten Buleleng Bali


Logo/Lambang Kabupaten Buleleng

Bali utara ternyata menyimpan begitu banyak obyek wisata yang patut anda kunjungi, baik itu obyek wisata alam, wisata sejarah, wisata bahari dan wisata pendidikan. Berikut saya rangkum 10 obyek wisata favorit di Kabupaten buleleng yang terkenal dengan julukan “Bumi Panji Sakti”.

  • Pantai Lovina: Obyek wisata paling favorit di Buleleng berupa hamparan pasir putih dengan ombak yang tenang dan yang paling menarik disini adalah adanya lumba-lumba yang sering muncul pada pagi hari.
  • Danau Buyan & Danau Tamblingan: Dua danau yang terletak berdampingan seakan-akan seperti danau kembar, kedua danau ini hanya dapat anda lihat dari atas danau tepatnya dari desa asah.
  • Air Terjun Gitgit & Air Terjun Kembar (Twin Waterfall): Air terjut Gitgit merupakan air terjun tertinggi di Bali, sedangkan air terjun kembar atau warga disana menyebutnya air terjun campuhan terletak diatas air terjun gitgit, jaraknya tidak begitu jauh dari air terjun gitgit.
  • Air Panas Banjar: Atau yang lebih terkenal dengan nama yeh panes banjar, merupakan pemandian air panas yang ramai dikunjungi wisatawan baik domestik maupun manca negara.
  • Kota Singaraja: Salah satu obyek wisata favorit di kota singaraja adalah pelabuhan yang menjadi pusat wisata kuliner. Disini banyak terdapat rumah makan terapung yang menyediakan aneka masakan nusantara.
  • Pantai Pemuteran: Salah satu pantai terindah yang dimiliki kabaputen Buleleng, memiliki keanekaragaman terumbu karang sehingga banyak wisatawan menyelam disini.
  • Pulau Menjangan: Memiliki keindahan terumbu karang yang masuk dalam 10 besar terumbu karang terindah di Indonesia. Disini anda juga bisa melihat satwa menjangan yang hidup bebas di alam liar.
  • Taman Nasional Bali Barat: Merupakan konservasi hutan lindung yang memiliki bermacam-macam jenis hewan endemik dan yang paling terkenal adalah burung Jalak Bali.
  • Desa Julah & Desa Sembiran: Adalah dua desa kuno di Buleleng yang memiliki peninggalan-peninggalan pada masa megalitik. Disini terdapat situs Batu Gambir Apit, sebuah situs yang diyakini berusia 2000 tahun sebelum masehi.
  • Museum Gedong Kirtya: Satu-satunya museum lontar di dunia, yaitu museum yang menyimpan, memilihara dan meneliti peninggalan berupa tulisan-tulisan, mantra yang ditulis pada daun lontar.

Selain obyek wisata diatas, ada banyak obyek wisata lain yang bisa anda kunjungi di daerah bali utara ini seperti misalnya: air terjun les, air sanih, pemandangan sawah di Busungbiu, makan jaya prana, air terjun melanting, peternakan mutiara, museum Buleleng, pertunjukan sapi gerumbungan, air panes banyuwedang, Pura dalam Jagaraga dan Wihara Brahma Budha.

Selain itu banyak pula obyek wisata yang baru dikembangkan. Coba deh menginap di Lovina sekaligus bisa mengunjungi semua obyek wisata di Buleleng ini.

Nuansa Kerajaan Di Puri Anyar Kerambitan


Setelah puas menikmati keindahaan Puri Agung Kerambitan, sempatkan pula jalan-jalan dan menikmati suasana di Puri Anyar Kerambitan. Letaknya juga tidak jauh, karena kedua puri ini masih mempunyai hubungan darah, keturunan raja Tabanan.

Puri Anyar Kerambitan dulunya merupakan istana Kerajaan Tabanan yang dibangun pada abad ke-17. Walaupun sudah sangat lama berdirinya keadaan Puri Anyar Kerambitan ini masih terawat dengan baik dengan bentuk bangunan berciri khas Balinya. Di dalam objek wisata puri ini terdapat pula peninggalan purbakala dan lukisan-lukisan terkenal yang dibuat pada zaman kerajaan terdahulu.

Wisatawan yang berkunjung ke Puri Anyar Kerambitan akan disambut dengan berbagai macam atraksi kesenian Bali seperti Tektekan, Joged Bumbung, Andir dan Tarian Legong Leko serta dilengkapi dengan penyungguhan santap malam ala kerajaan sesuai dengan pesanan para tamu yang datang. Sehingga para wisatawan yang berkunjung akan menikmati kehidupan ala kerajaan di Puri Anyar Kerambitan ini.

Menurut Bapak Agung Ngurah Oka Silagunadha (generasi ke-9 Raja Tabanan) awal mula dibukanya puri ini menjadi objek wisata di Bali pada tahun 1967. Bermula dari ide beliau untuk membuat program penyambutan dan penyuguhan santap malam ala tamu kerajaan yang diiringi dengan kegiatan kesenian kepada para tamu yang datang. Lalu beberapa bulan kemudian setelah puri ini dibuka untuk umum banyak wisatawan lokal maupun asing yang datang mengunjungi objek wisata Puri Anyar Kerambitan. Di antara tamu yang datang tersebut, terdapat kru dari radio BBC London, televisi Perancis, televisi Jepang dan beberapa wartawan dari Eropa. Sejak saat itu objek wisata Puri Anyar Kerambitan menjadi semakin populer di manca negara untuk kunjungan wisata, acara budaya dan makan malam.

Jadi yang mau menikah di Bali dengan nuansa kerajaan (Royal Wedding) disertai jamuan makan malam (Royal Dinner), bisa langsung menghubungi Puri Anyar Kerambitan, atau bisa melalui kami ya 🙂

Berwisata Sejarah Ke Taman Pujaan Bangsa Margarana


Monumen Nasional Taman Pujaan Bangsa Margarana terletak di Di Desa Kelaci Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan – Bali, berjarak sekitar 35 km dari Kuta, dan dapat ditempuh kurang lebih 1 jam perjalanan. Atau jika anda dalam perjalan ke Bedugul, anda bisa mampir ke monumen ini terlebih dahulu.

Taman Pahlawan Pujaan Bangsa Margarana

Monumen ini dibangun pada tahun 1954, delapan tahun setelah peristiwa heroik Puputan Margarana. Diresmikan oleh pemerintah pusat sebagai Taman pahlawan Pujaan Bangsa memiliki luas areal mencapai 25 hektar, menampung 1.342 nisan pahlawan perang kemerdekaan Indonesia di Bali.  Monumen ini merupakan saksi bisu terjadinya pertempuran Puputan Margarana 20 November 1946.

Dibangun dengan konsep Tri Mandala yakni hulu, tengah dan hilir. Ketika anda memasuki taman ini, anda akan melihat prasasti yang berisikan nama-nama pahlawan yang dimakamkan di Taman Margarana ini. Mereka adalah pahlawan nasional dibawah pimpinan I Gusti Ngurah Rai dalam perang puputan Margarana.

Memasuki bagian depan (hilir), terdapat pelataran upacara, dan dua balai peristirahatan untuk para pengunjung yang ingin bersantai.
Di pelatarannya kita juga akan melihat Patung Panca Bakti yang menggambarkan persatuan dan kesatuan seluruh rakyat dalam perjuangan kemerdekaan. Bagian ini disebut Taman Karya Alam.

Memasuki bagian tengah, anda akan melihat  Candi atau Tugu Pahlawan Margarana berdiri megah setinggi 17 meter, dengan atap tumpang (bertingkat) 8, serta pondasi persegi 5 yang melambangkan proklamasi RI 17 Agustus 1945.

Pada tcandi ini juga terpahat secara berangkai isi surat jawaban I Gusti Ngurah Rai kepada Belanda. Surat tersebut menggambarkan kebesaran jiwa perjuangan dan patriotisme bangsa Indonesia yang menolak tunduk kepada  NICA.

Taman Margarana

Dibagian hulu atau utara dan timur laut areal taman pujaan bangsa margarana ini terdapat Taman Bahagia. Pada bagian inilah anda akan menemukan ribuan tugu kecil (seperti nisan) yang merupakan simbol pahlawan-pahlawan yang gugur dalam puputan ini. Didalamnya termasuk pula sebuah nisan untuk pahlawan tidak dikenal.

Pada areal Taman pujaan bangsa Margarana juga terdapat bangunan Gedung Sejarah. Gedung ini terletak di sebelah Timur Candi Pahlawan Margarana. Gedung ini menyimpan sejumlah benda-benda peninggalan perjuangan kala itu. Seperti senjata hasil rampasan dari tentara NICA, alat komunikasi, alat-alat penyamaran, alat-alat medis, dll.

Selamat berkunjung ke Taman Pujaan Bangsa Margarana ini, semoga selalu menjadi simbol patriotisme serta nasionalisme bangsa Indonesia.

Pura Goa Gajah, Simbol Akulturasi Hindu Buddha


Pura Goa Gajah
Pura Goa Gajah

Mengunjungi Pura Goa Gajah seakan-akan anda akan diajak masuk ke beberapa ratus tahun yang lampau dimasa jaman kerajaan Bali Kuno dimana agama Hindu dan Buddha hidup rukun berdampingan.  Hal ini jelas tergambar pada bagian-bagian Pura yang masih tersisa.

Pura Goa Gajah terletak di Desa Bedulu, kecamatan Blahbatuh kabupaten Gianyar. Jaraknya sekitar 26 Km dari Denpasar atau 40 Km dari Kuta, 5 Km dari Ubud dan sangat mudah dijangkau karena berada di jalur utama Denpasar – Tampaksiring. Berada di aliran sungai Petanu dengan hamparan sawah yang indah.

Nama Goa Gajah belum diketahui asal usulnya secara pasti. Diperkirakan nama ini berasal  dari perpaduan nama Pura Guwa (sebutan masyarakat setempat) dengan nama kuna yang termuat dalam prasasti-prasasti yakni Ergajah dan Lwa Gajah. Nama-nama Anta Kunjarapada dan Ratna Kunjarapada itu dari akhir abad kesepuluh sampai akhir abad ke Empat belas ( Negara Kertagama ). Kekunoan ini didukung oleh Peninggalan Purbakala yang terdapat di sekitar pura.

Di pelataran Pura Goa Gajah terdapat Petirtaan kuno dengan ukuran 12 x 23 Meter, terbagi atas tiga bilik. Dibilik utara terdapat 3 buah Arca Pancuran dan di bilik Selatan ada 3 buah Arca Pancuran pula, sedangkan di bilik tengah hanya terdapat apik arca.  Di sekitar goa juga terdapat kolam pertitaan dengan tujuh patung widyadara-widyadari yang sedang memegang air suci. Konon ketujuh pancuran ini sebagai perlambang tujuh sungai penting yang sangat dihormati di India

Petirtan Goa Gajah
Petirtan Goa Gajah

Lebih kurang 13 meter di sebelah utara Petirtaan terdapat Goa atau Ceruk Pertapaan berbentuk huruf T. Lorong Goa berukuran : lebar 2,75 Meter, tinggi 2,00 Meter. Dikiri kanan lorong terdapat ceruk-ceruk untuk bersemedi, jumlahnya 15 buah. Pada ceruk paling Timur terdapat Trilingga dan diujung Barat terdapat Arca Ganeca.

Dihalaman Goa Pura Gajah diketemukan pula Fragmen bangunan yang belum bisa direkonstruksi. Tembok keliling menjadi penanggul tebing disebelah Barat pula ini. Lebih kurang 100M disebelah Selatan Petirtaan didapati sisa-sisa Percandian Tebing. Sebagian kaki candi itu masih ada bagian – bagian yang lain telah runtuh ke kaki yang ada didepannya.

Sedangkan peninggalan agama Buddha dapat ditemukan di sebelah selatan Goa Gajah melalui parit yaitu berupa arca Buddha dalam sikap Dhyani Buddha Amitaba. Buddha dalam sikap Dhyani Buddha Amitaba ini dalam sistem pantheon Buddha Mahayana sebagai Buddha pelindung arah barat alam semesta